Rabu, 29 Oktober 2014

Tentang DUA KATA



TENTANG WAKTU DAN KITA

Lima huruf yang dirangkai menjadi satu kata, yaa WAKTU. Sederhana, tapi sangat bermakna. Tak pernah jauh, selalu ada bahkan akan selalu ada hingga aku sendiri yang meninggalkan. Hidup ini tentang waktu, tentang waktu yang terus bergulir, tentang waktu yang membawa ku ke sini, tentang waktu yang mempertemukan ku dengan kalian, tentang waktu yang mempertemukan aku dan kamu, dan tentang waktu yang akan mengubah Aku dan Kamu menjadi Kita, tapi kapan? WAKTU yang akan menjawab. Aku selalu menunggu, menunggu kedatangan waktu itu, menunggu jawaban dari sang waktu, dan menunggu Sang pemilik waktu untuk membawa waktu itu kepada ku. Terkadang aku sendiri bertanya dalam hati “apa itu Waktu?”, “Siapa Dia?”, “Mengapa harus Dia yang menjawab?”, “Kenapa bukan aku sendiri yang menjawab?”. Tapiii yaaah sudahlah, itu semua tetap akan menjadi pertanyaan hingga waktunya tiba.
KITA….
Kata yang unik, merupakan simbol persatuan yang menyatukan antara dua anak manusia. Kata yang selalu menjadi dambaan, kata pengganti Aku dan Kamu. Mungkin harapanku saat ini menjadikan Aku dan Kamu menjadi Kita, entah itu akan terwujud atau tidak?. Tapi biarlah waktu yang menjawab. Yaaaah Kamu, kamu yang membuat Aku berharap ada KITA, yang membuat Aku ingin bercerita tentang Kita, tentang ada apa diantara Kita, dan apa yang akan terjadi diantara Kita. Tapi lagi-lagi tentang waktu, tentang waktu yang belum menunjukkan keberadaannya untuk moment itu, tentang waktu itu yang begitu enggan menampakkan dirinya, tentang waktu itu yang sampai saat ini masih membuatku menunggu kedatangannya.
Waktu, siapapun dia dan apapun bentuknya, dia harus bertanggungjawab karena telah mempertemukan aku dan kamu, dan menjadikan aku berharap ada Kita.  Dia harus segera menjawab apakah Aku dan Kamu akan menjadi Kita, atau selamanya akan tetap menjadi Aku dan Kamu. Yaaaah sekali lagi waktu yang akan menentukan. Sekeras apapun aku memaksa, sesering apapu aku bertanya, dan sekuat apapun aku mencari waktu itu, pada akhirnya aku akan lelah dan memilih untuk tetap menunggu, menunggu, daan menunggu hingga waktu mempersilahkan waktu untuk menjawab, karena DIATAS WAKTU MASIH ADA WAKTU.

Tidak ada komentar: